Jangan pergi!

Anda belum menerima perhitungan gratis dan harga pastinya.
Silakan tinggalkan detail kontak Anda, para insinyur kami akan menyiapkan solusi khusus untuk proyek Anda.

Bagaimana cara memilih penghancur rotari bergerak untuk produk beton dengan tulangan?

Untuk daur ulang beton bertulang, dipilih penghancur rotari bergerak dengan celah ≥12 mm, pemisah magnetik ≥800 Gauss, berat 35–55 ton, yang mampu mengekstraksi tulangan hingga 98%.

Kriteria utama dalam memilih penghancur rotari bergerak untuk produk beton bersenjata

Untuk pengolahan produk beton bertulang, penghancur rotari bergerak sangat cocok digunakan dengan jarak antara rotor dan pelat pemantul minimal 12 milimeter, sesuai dengan spesifikasi resmi dari produsen.

Fitur desain yang memengaruhi efisiensi penggunaan katup

Berdasarkan hasil uji lapangan terhadap 12 model penghancur dari berbagai merek, keberadaan pemisah magnetik terintegrasi dengan kekuatan medan minimal 800 Gauss memungkinkan pemisahan hingga 98 persen tulangan baja dari material hasil fraksinasi tanpa perlu melakukan operasi manual tambahan. Selain itu, desain bodi ruang penghancur yang dilengkapi pelapis baja mangan yang diperkuat menunjukkan penurunan laju keausan permukaan kerja sebesar 32 persen dibandingkan dengan solusi standar, berdasarkan data uji produksi.

Persyaratan komposisi fraksi pada hasil akhir

Untuk sebagian besar proses daur ulang beton pracetak, diperlukan fraksi berukuran 0 hingga 40 milimeter, dengan demikian, berdasarkan pedoman teknis, penyesuaian posisi pelat pemantul memungkinkan diperolehnya distribusi ukuran butiran dengan persentase fraksi kurang dari 5 milimeter dalam kisaran 15 hingga 45 persen, tergantung pada kepadatan awal bahan baku yang masuk. Pada pengolahan beton bertulang dengan ketebalan tulangan hingga 16 milimeter, sesuai spesifikasi resmi, tidak akan terjadi penyumbatan pada ruang penghancur asalkan kecepatan pengumpanan bahan baku yang direkomendasikan dipatuhi.

Persyaratan mobilitas untuk bekerja di berbagai lokasi

Berdasarkan hasil pengukuran di lokasi konstruksi, massa total penghancur rotari bergerak yang sesuai untuk menangani beton pracetak dengan tulangan, berada dalam kisaran 35 hingga 55 ton sesuai dengan spesifikasi teknis resmi, sehingga memungkinkan pengangkutannya antar lokasi menggunakan truk trailer rendah standar tanpa perlu izin tambahan untuk pengangkutan barang berukuran besar di sebagian besar wilayah. Selain itu, radius putar sebesar 12 meter berdasarkan perhitungan teknis memungkinkan manuver di lokasi pembongkaran bangunan yang terbatas tanpa perlu melibatkan alat berat tambahan.

Spesifikasi model-model penghancur rotari bergerak yang sesuai untuk produk beton dengan tulangan

Jenis peralatan: Penghancur rotari bergerak, Jarak minimum antara rotor dan pelat pemantul 12 mm (spesifikasi resmi), Kekuatan pemisah magnetik minimal 800 Gauss (hasil uji lapangan), Ketebalan maksimum tulangan dalam bahan baku hingga 16 mm (spesifikasi resmi), Massa peralatan 35–55 ton (spesifikasi teknis), Rentang penyesuaian fraksi keluaran 0–40 mm (rentang referensi teknik), Tingkat pemisahan tulangan hingga 98 persen (uji lapangan).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah beton pra-cetak dengan tulangan yang tebalnya lebih dari 16 milimeter dapat diolah menggunakan penghancur rotari standar? Berdasarkan hasil pengujian, jika ketebalan tulangan melebihi 16 milimeter, risiko tersangkutnya ruang penghancur dan keausan dini pada elemen kerja akan meningkat; oleh karena itu, disarankan untuk memotong tulangan terlebih dahulu hingga ukuran yang ditentukan. Apakah material hasil penghancuran perlu dibersihkan lebih lanjut dari sisa-sisa tulangan? Jika terdapat pemisah magnetik terintegrasi dengan kekuatan medan minimal 800 Gauss, pembersihan manual atau mekanis tambahan tidak diperlukan berdasarkan data uji produksi. Seberapa sering pelat kerja ruang penghancur perlu diganti saat terus-menerus mengolah beton bertulang? Berdasarkan panduan teknis, dengan mematuhi mode operasi yang direkomendasikan, penggantian pelat kerja diperlukan setiap 800 hingga 1.200 jam operasi, tergantung pada kepadatan bahan baku yang diproses.

Bagikan cinta Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *