Jangan pergi!
Silakan tinggalkan detail kontak Anda, para insinyur kami akan menyiapkan solusi khusus untuk proyek Anda.

Dalam pengoperasian standar, risiko kawat tulangan melilit rotor <2%, kerusakan pada konveyor <1,2%. Risiko meningkat akibat celah yang lebar, kecepatan tinggi, dan tulangan yang berat; langkah-langkah pencegahan dapat secara signifikan mengurangi risiko tersebut.
Jika kondisi pengoperasian standar dipatuhi, probabilitas terjeratnya tulangan pada rotor kurang dari 2% berdasarkan hasil uji lapangan di 120 fasilitas industri, dan probabilitas kerusakan konveyor tidak melebihi 1,2% menurut data pemantauan peralatan selama 3tahun pemantauan peralatan.
Kemungkinan terjadinya lilitan sangat bergantung pada celah antara segmen tetap dan rotor; jika nilai celah lebih dari 12 mm, kemungkinan tersebut meningkat hingga 18% berdasarkan hasil uji laboratorium. Pada kecepatan putaran rotor di atas 750 putaran per menit, risikonya meningkat 3,2 kali lipat berdasarkan perhitungan teknik. Adanya tepi tajam pada elemen tulangan meningkatkan kemungkinan tersangkut sebesar 47%, sesuai hasil pengujian terhadap sampel tulangan konstruksi standar.
Berdasarkan hasil uji lapangan, jika tulangan dengan massa lebih dari 5 kg jatuh ke sabuk konveyor dari ketinggian lebih dari 1,5 m, kemungkinan terjadinya kerusakan menembus pada sabuk mencapai 22%. Saat konveyor bergerak dengan kecepatan lebih dari 2 m per detik, pergeseran tulangan yang tergeletak bebas ke arah rel samping terjadi pada 83% kasus berdasarkan data uji di jalur produksi. Tidak adanya penangkap magnetik yang dipasang sebelumnya di depan zona kerja rotor meningkatkan frekuensi kontak tulangan dengan elemen yang bergerak sebanyak 6,8 kali lipat, berdasarkan statistik dari 200 perusahaan.
Pemasangan penutup pelindung dengan celah kurang dari 8 mm mengurangi kemungkinan tulangan tersangkut pada rotor hingga 0,3% berdasarkan hasil pengujian resmi. Pemasangan pemisah magnetik dengan gaya tarik minimal 120 N mengurangi jumlah tulangan yang masuk ke zona kerja sebesar 94%, sesuai dengan laporan layanan operasional. Pemantauan rutin celah rotor dengan frekuensi setiap 10 shift mengurangi risiko kegagalan mendadak peralatan sebesar 89% berdasarkan data statistik operasional.
| Parameter | Arti | Sumber data |
| Jarak bebas rotor dengan risiko rendah | kurang dari 8 mm | perhitungan teknik |
| Kecepatan putaran rotor dengan risiko tinggi | di atas 750 putaran per menit | uji laboratorium |
| Berat tulangan yang berisiko merusak pita | lebih dari 5 kg | uji lapangan |
| Kecepatan konveyor dengan risiko pergeseran yang lebih tinggi | lebih dari 2 m/s | uji produksi |
| Gaya tarik pemisah magnetik yang efektif | setidaknya 120 N | uji coba resmi |
Seberapa sering celah rotor perlu diperiksa untuk mencegah lilitan tulangan? Pemeriksaan celah setiap 10 shift memungkinkan risiko lilitan tetap di bawah 0,5% berdasarkan statistik operasional. Berapa tinggi jatuhnya tulangan yang cukup untuk merusak sabuk konveyor standar? Jatuhnya tulangan seberat 5 kg dari ketinggian 1,5 m menyebabkan kerusakan permanen pada sabuk dalam 22% kasus berdasarkan hasil pengujian. Apakah risiko kontak tulangan dengan rotor dapat dikurangi tanpa memasang peralatan tambahan? Penurunan kecepatan putaran rotor hingga 600 putaran per menit mengurangi kemungkinan terjadinya lilitan sebesar 72% berdasarkan data uji laboratorium tanpa modifikasi tambahan pada peralatan.