Jangan pergi!
Silakan tinggalkan detail kontak Anda, para insinyur kami akan menyiapkan solusi khusus untuk proyek Anda.

Pada tingkat kelembapan batu kapur 8–10%, penghancur bergerak ini beroperasi secara stabil dengan kapasitas produksi 180–220 t/jam, hasil fraksi target yang tinggi, serta waktu henti yang rendah; dibandingkan dengan tingkat kelembapan lainnya, indikator-indikator ini tergolong optimal.
Pada kadar air batu kapur sebesar 8–10%, penghancur bergerak ini menunjukkan produktivitas yang stabil pada tingkat 180–220 ton per jam, angka ini termasuk dalam rentang referensi teknis, yang diperoleh berdasarkan hasil uji lapangan di fasilitas pengolahan batuan karbonat.
Selama pengoperasian pada kisaran kelembapan yang disebutkan, koefisien waktu henti akibat penyumbatan ruang penerima tidak melebihi 1,2% dari total waktu pengoperasian; angka ini merupakan data pengukuran aktual, yang tercatat selama siklus operasi berkelanjutan selama 72 jam. Selain itu, tingkat getaran rangka penyangga penghancur tidak melebihi 4,5 mm/s, yang sesuai dengan standar beban yang diizinkan yang telah disahkan secara resmi untuk kelas peralatan ini; angka ini mengacu pada spesifikasi resmi.
Koefisien hasil fraksi 0–30 mm, yang menjadi target bagi sebagian besar industri konstruksi, mencapai 92–94% dari total massa produk yang dihasilkan; angka ini termasuk dalam rentang referensi teknik, yang diperoleh dari pengujian di 12 lokasi tambang batu kapur yang berbeda. Selain itu, tingkat lengketnya bahan baku pada dinding bagian dalam ruang penghancur kurang dari 0,3 kg per ton bahan yang diproses; angka ini merupakan data pengukuran aktual yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran setelah siklus pengolahan penuh sebanyak 10 ribu ton bahan baku.
Tabel yang disusun secara khusus ini memungkinkan kita untuk menilai secara jelas perubahan karakteristik utama peralatan saat dioperasikan dengan bahan baku yang memiliki tingkat kelembapan berbeda-beda.
| Parameter | Kelembapan 5–7% | Kelembapan 8–10% | Kelembaban 11–13% |
|---|---|---|---|
| Kapasitas produksi, ton per jam | 210–250 | 180–220 | 140–170 |
| Tingkat downtime akibat penyumbatan, % | 0,4 | 1,2 | 5,8 |
| Hasil fraksi yang diinginkan 0–30 mm, % | 95–97 | 92–94 | 84–87 |
| Konsumsi bahan bakar relatif per ton bahan baku, l | 1,0 | 1,08 | 1,35 |
Pertanyaan pertama: Apakah penghancur bergerak dapat dioperasikan pada tingkat kelembapan batu kapur di atas 10% tanpa pengaturan tambahan? Jawabannya ya, namun produktivitasnya akan berkurang sebesar 15–20% dibandingkan dengan angka pada tingkat kelembapan 8–10%. Angka ini merupakan nilai perhitungan yang diperoleh berdasarkan statistik pengoperasian lebih dari 300 unit peralatan. Pertanyaan kedua: apakah diperlukan pembersihan tambahan pada ruang penghancur setelah memproses batu kapur dengan kelembaban 8–10%? Jawabannya: frekuensi pembersihan adalah sekali setiap 120 jam operasi, yang 40% lebih jarang dibandingkan saat mengolah bahan baku dengan kelembaban di atas 13%. Angka ini merupakan data pengukuran aktual yang tercatat selama uji coba jangka panjang. Pertanyaan ketiga: apakah rentang kelembaban yang disebutkan memengaruhi masa pakai komponen pemecah yang rentan aus? Jawabannya: laju keausan rahang atau palu pada kelembaban 8–10% berbeda dari angka pada kelembaban 5–7% tidak lebih dari 3%, yang tidak menyebabkan pengurangan yang signifikan pada periode penggantian komponen; indikator ini mengacu pada data resmi pabrikan berdasarkan hasil uji daya tahan.