Jangan pergi!
Silakan tinggalkan detail kontak Anda, para insinyur kami akan menyiapkan solusi khusus untuk proyek Anda.

Kompleks pemecah dan penyortir dengan kapasitas 100 ton per jam — mitra yang andal bagi perusahaan pertambangan dan konstruksi. Agar dapat beroperasi secara stabil dan memiliki masa pakai yang panjang, pemilihan peralatan harus dilakukan dengan cermat: memilih mesin penghancur sesuai jenis bahan baku dan menyinkronkan kapasitas alirannya, memilih ayakan getar sesuai fraksi yang dibutuhkan dengan luas permukaan kerja yang memadai, serta mematuhi aturan pemasangan: pasang unit-unit pada fondasi yang diperkuat, pastikan akses yang mudah ke komponen-komponennya, dan atur sistem pengendalian debu.
Kompleks pemecahan dan penyortiran dengan kapasitas 100 ton per jam merupakan alat bantu kerja yang andal bagi perusahaan pertambangan dan konstruksi; pemilihan peralatan yang tepat serta kepatuhan terhadap aturan pemasangan secara langsung menentukan kinerja yang stabil dan masa pakai peralatan tersebut, oleh karena itu, proses ini perlu ditangani dengan cermat dan mempertimbangkan parameter-parameter utama.
Pertama-tama, tentukan jenis bahan baku awal: untuk batuan keras, cocok menggunakan penghancur rahang pada tahap pertama, untuk bahan dengan kekerasan sedang dapat menggunakan penghancur kerucut, sedangkan untuk menghasilkan produk jadi berbentuk kubus, tambahkan penghancur rotari pada tahap kedua; kapasitas produksi setiap unit harus disinkronkan pada 100 ton per jam agar tidak terjadi kemacetan.
Pilihlah ayakan getar berdasarkan jumlah fraksi produk jadi yang Anda butuhkan, luas permukaan kerja harus cukup untuk memproses aliran sebesar 100 ton per jam; perhatikan juga ketahanan saringan dan kemudahan penggantiannya untuk meminimalkan waktu henti selama pemeliharaan.
Pasang semua unit pada pelat pondasi yang diperkuat dan dirancang untuk menahan beban getaran, pastikan sudut kemiringan sabuk konveyor antara penghancur dan ayakan berjalan mulus, sediakan akses yang leluasa ke setiap komponen untuk pemeriksaan dan perbaikan rutin, serta segera atur sistem pengendalian debu sesuai dengan standar kesehatan.