Jangan pergi!
Silakan tinggalkan detail kontak Anda, para insinyur kami akan menyiapkan solusi khusus untuk proyek Anda.

Penghancur rahang bergerak mengonsumsi energi akibat beban, keausan komponen, dan mode operasi. Faktor utama konsumsi energi berlebih adalah kekerasan/ukuran bahan baku serta keausan pelat rahang. Perhitungan dilakukan berdasarkan daya nominal motor * koefisien beban 0,6–0,8 * waktu operasi, dikurangi waktu idle. Pemeliharaan pelat, pemilihan bahan baku, dan pengurangan waktu idle akan mengurangi konsumsi energi berlebih sebesar 20–25%.
Pemecah batu rahang bergerak, sebagai tulang punggung industri pertambangan dan konstruksi, tidak mengonsumsi energi listrik secara sembarangan; perlu diperhatikan beban saat proses penghancuran, kondisi komponen, dan mode operasi; perhitungan yang tepat didasarkan pada pertimbangan daya nominal motor dan parameter kerja aktual, guna menghindari pemborosan energi dan waktu henti yang tidak terduga.
Faktor pertama adalah kekerasan dan ukuran bahan baku yang dimasukkan: jika potongannya terlalu besar atau batunya terlalu keras, penghancur terpaksa bekerja di batas kemampuannya, sehingga menghabiskan 30–40% lebih banyak energi daripada saat beban standar. Faktor kedua — keausan pelat geser: permukaan yang aus tidak dapat mencengkeram bahan baku dengan benar, sehingga motor berputar tanpa beban lebih lama, yang meningkatkan konsumsi bahan bakar tanpa manfaat.
Pertama-tama, ambil daya nominal motor utama penghancur yang tercantum dalam spesifikasi teknis, lalu kalikan dengan koefisien beban aktual, yang biasanya berkisar antara 0,6 hingga 0,8 pada kondisi operasi normal dengan bahan baku yang sesuai. Kemudian, kalikan nilai yang diperoleh dengan waktu operasi terus-menerus yang sebenarnya dalam jam, dengan mengingat untuk mengurangkan periode saat mesin berjalan kosong tanpa pasokan bahan baku.
Periksa secara rutin dan ganti pelat geser yang sudah aus tepat waktu, pilih bahan baku yang sesuai dengan ukuran dan kekerasan yang sesuai dengan kapasitas model penghancur Anda, serta hindari pengoperasian dalam keadaan kosong dalam waktu lama. Langkah-langkah sederhana ini akan membantu mengurangi pemborosan energi listrik sebesar 20-25% tanpa mengurangi produktivitas peralatan.